SEJARAH PASKIBRAKA

SEJARAH PEMBENTUKAN PASKIBRAKA

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jumat 17 Agustus 1945, jam 10.00 pagi, di Jalan Pegangsang Timur 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya secara resmi, Bendera Kebangsaan Merah Putih dikibarkan oleh dua orang muda mudi dan dipimpin oleh Bapak Latifef Hendraningrat. Bendera ini dijahit tangan oleh ibu Fatmawati Soekarno dan bendera ini pula yang kemudian disebut Bendera Pusaka..

Menjelang peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 2, Presiden Soekarno memanggil salah seorang ajudan beliau, yaitu bapak Mayor (L) Hussein Mutahar dan memberikan tugas untuk mempersiapkan dan memimpin Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1946 di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itu, Bapak Hussein Mutahar mempunyai pemikiran bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se Indonesia. Kemudian beliau menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri dari 3 orang putrid dan 2 orang putra perwakilan daerah yang ada di Yogyakarta untuk melaksanakan tugas tersebut. Salah satu pengibar tersebut adalah Titik Dewi pelajar SMA yang berasal dari Sumatra Barat dan tinggal di Yogyakarta.

Pengibaran Bendera Pusaka ini kemudian dilaksanakan lagi pada peringatan Detik detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1947, 17 Agustus 1948, dan tanggal 17 Agustus 1949 di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Pada tanggal 28 Desember 1949 Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk mengaku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat, dan pada saat itulah Bendera Sang Saka Merah Putih juga dibawa ke Jakarta.

Untuk pertama kali peringatan hari Proklamasi Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950 diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta. Bendera Pusaka Merah Putih berkibar dengan megahnya di tiang Tujuh Belas. Regu regu pengibar dari tahun 1950 1966 dibentuk dan diatur oleh rumah tangga kepresidenan.

Percobaan Pembentukan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka Tahun 1967 dan Pasukan Pertama Tahun 1968

Tahun 1967, Bapak Hussein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soekarno untuk menangani lagi Pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :

Kelompok 17/Pengiring (Pemandu)

Kelompok 8/ Pembawa

Kelompok 45/Pengawal

Ini merupakan symbol/gambaran dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu, beliau melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka dan dengan Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) sebagai pasukan 45.

Pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas Pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Tetapi propinsi-propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusanya sehingga masih harus ditambahkan oleh eks anggota pasukan tahun 1967.

Tahun 1969, karena Bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua sehingga tidak mungkin lagi dikibarkan di tiang Tujuh Belas Istana Merdeka, telah tersedia bendera Merah Putih dari bahan bendera (wool) yang dijahit 3 potong memanjang kain Merah dan 3 potong memangjang kain Putih kekuning-kuningan.

Bendera Merah Putih duplikat Bendera Pusaka yang akan dibagikan ke daerah idealnya terbuat dari sutra alam dan alat tenun asli Indonesia, yang warna merah dan putih langsung ditenun menjadi satu tanpa dihubungkan dengan jahitan dan warna merahnya berasal dari cat celup asli Indonesia.

By surajkhn

PROGRAM KERJA PASKIBRA

PENDAHULUAN

 

Siswa adalah generasi muda penerus bangsa yang merupakan bagian terpenting untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dan layak guna menyalurkan minat dan bakat baik secara akademis maupun non akademis, agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negative dari pesatnya perkembangan zaman.

 Organisasi Ekstrakulikuler merupakan sebuah wahana positif untuk mwngembangkan minat dan bakat siswa, sehingga dapat membantun siswa, sehingga dapat membantu siswa ataupun sekolah untuk menutupi kekurangan dalam bidang-bidang tertentu. Ekstrakulikuler yang muncul di sekolah SMP DHARMA KARTINI ini yaitu PARA PASOUPATI ( pengibar bendera pasukan organisasi untuk para satria Indonesia ) yang dulu lebih terkenal dangan nama PASKIBRA.

PARA PASOUPATI ini dibentuk oleh para alumni SMP DHARMA KARTINI yang masih peduli akan peningkatan kkualitas siswa dan siswi di sekolah dari generasi ke generasi, untuk itu kami menerapkanberbagai pola pembinaan dan pelatihan yang bersifat pendidikan bela Negara sehingga dapat menumbuhkan jiwa patriotism dan membentuk individu yang taggap, tangguh, dan trengginas.

Pola pembinaan dan pelatihan para pasoupati bersifat pendidikan andradogi, yaitu pola pendidikan yang mengembangkan kemampuan pola piker kedewasaan seseorang. Pelatih dan Pembina ii9 diberikan Play Education dan Team Works. Dengan menggunakan pola ini peserta didik diajarkan untuk mengembangkan daya kreatifitas, imajinasi, inovasi, dan kemampuannya sebagai seorang individu yang ada di sekolah. Sehingga anggota pasoupati mempunyai kemampuan yang lebih dan berbeda dari siswa siswi lainnya.

PROGRAM KERJA

Program kerja para pasoupati dibuat berdasarkan program kerja para Alumni yang masih peduli terhadap almamaternya sendiri dan pola pembinaan program pelatihan para pasoupati yang di buat oleh para pengurus guna mendukung pelaksanaan kegiatan disetiap satuan sekolah.

PROGRAM UMUM

Program umum ini ditekankan pada peran aktif siswa dalam kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, berbangsa dan bernegara sesuai dengan kemampuan dan tangguangjawabnya sebagai pelajar.

  1. Peningkatan ketaqwaan terhadapTuhan YME

Terciptanya siswa yang tidak melupakan dasar – dasar kehidupan yang merupakan rahmat yang di berikan oleh Tuhan YME, sehingga sadar akan fungsi mereka di dunia ini.

  1. Membina Fisik dan Mental

Pemberian materi-materi khusus yang dilaksanakan secara bersama-sama dalam sebuah pelatihan dengan tujuan utama untuk membangkitkan Persatuan dan Kesatuan di kalangan anggota PASOUPATI.

  1. Meningkatkan Kedisiplinan

Memberikan pengertian makna dan arti disiplin serta secara sadar penerapannya dalam pola kehidupan sehari-hari, baik di sekolah ataupun dilingkungannya secara tidak langsung, disimulasikan dalam ppola pelatihan.

  1. Pembinaan Budi Pekerti Luhur

Anggota mengetahui dan melaksanakan sikap-sikap yang seharusnya dilakukan oleh setiap siswa sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

  1. Pembinaan Sikap dan Perilaku

Meningkatkan perilaku sikap anggota, agar dapat melakukan sikap dan perilaku yang mencerminkan siswa yang terpelajar.

  1. Pembinaan Jiwa Kepemimpinan

Melatih anggota menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri ataupun untuk sebuah kelompok yang sesuai dengan azas-azas keprmimpinan.

 

Program Khusus

  1. Konsolidasi

Melakukan penataan kembali seluruh parangkat yang ada dalam sebuah organisasi khususnya yang ada di sekolah, baik berupa konsolidasi organisasi, personil dan financial dengan tujuan untuk menunjang kelangsungan dan kelancaran organisasi.

  1. Peningkatan Kualitas dan Peran Para Pasoupati

Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah,intansi-intansi tertentu, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang menunjang pembinaan dan pelatihan anggota, seperti Lomba Baris –Berbaris, Lomba Tata Upacara Bendera dan lain-lain.

 

ANGGARAN BIAYA

Anggaran biaya diperolekh dari iuran kas anggota setiap kali latihan guna menunjang operasional kegiatan Insidental diharapkan sekolah dapat membantu biaya yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan tersebut.( anggaran Biaya Dilampirkan )

 

LAMPIRAN

 

ANGGARAN KEGIATAN

 

 

NO

 

KEGIATAN

 

BANYAK

KEGIATAN

 

JUMLAH

PESERTA

 

ITEM

 

BIAYA

 

TOTAL

BIAYA

1

 

Lomba PBB

Dan

Pengibaran

bendera

Mak 4 x

 

1 Peleton

(18) orang

+ 2 Pelatih

 

Kesekretariatan

 

250.000

Rp. 1.150.000

Akomodasi

400.000

Perlengkapan

100.000

Transportasi

400.000

2

Rekreatif

(Out Bond)

1 hari

Seluruh

Anggota +

Pelatih +

50 orang

Kesekretariatan

  50.000

Rp. 950.000

Akomodasi

500.000

Perlengkapan

200.000

Transportasi

200.000

 

Jumlah Total

 

Rp. 2.100.000

 

PENGAJUAN DANA

ATRIBUT PERLOMBAAN

(INVENTARIS)

 

 

NO

 

ITEM

 

VOL

 

SAT

 

HARGA SATUAN

 

JUMLAH

 

1

 

Topi

 

20

 

bh

 

25.000

 

500.000

2

Papan Nama

20

bh

15.000

300.000

3

Epholat(Pangkat)

20

bh

10.000

200.000

4

Lencana Para pasoupati(kuningan)

20

bh

15.000

300.000

 

5

Takilur

20

bh

17.000

350.000

6

Sarung Tangan

20

bh

9.500

190.000

7

 

Seragam

(Jas Perlombaan)

20

bh

95.000 (atasan)

 

1.900.000

20

bh

50.000 (bawahan)

1.000.000

JUMLAH TOTAL

Rp.4.740.000

 

Anggaran Kegiatan  Insidental                                       Rp. 2.100.000

Pengajuan Dana Atribut                                                  Rp. 4.740.000+

                                                                     

                                                                      Jumlah Total Rp.6.840.000

 

                                  ( Enam juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah )

 

 

PENUTUP

 

Pola pembinaan dan Prndidikan para pasoupati merupakan sebuah system yang saling terkait satu sama lainnya sehingga perlu adanya sebuah kesinambungan dan kerjasama dalam melaksanakan pla pembinaan dan pendidikan ini agar dapat menghasilkan tujuan yang diharapkan.

Program kerja ini tidak dapat terlaksana tanpa ada dukungan dari pihak sekolah. Oleh karena iti besar harapan kami sekolah dapat membantu serta mendukung Program Kerja ini, Untuk membantu peran sekolah dalam melaksanakan pembinaan terhadap siswa-siswi pada umumnya dan anggota Para Pasoupati pada khususnya, untuk mencapai tujuan yang diharapkan guna membentuk siswa yang terpelajar.

Atas dukungan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

                                              CIMAHI,         2010

 

 

PELATIH                      PEMBINA PASOUPATI                         KESISWAAN

 

 

 

YOHANIS                            _______________                          MASUDI, S.Pd.

                                              KEPALA SEKOLAH

                                         SMP DHARMA KARTINI                                                                                   

                                                   IDAD SUGIANTO, S.Ag

 

 

 

 

POLA PEMBINAAN

Sistematika ini menggunakan pola atau system pendidikan andragogi, yaitu pola pendidikan yang mengembangkan kemampuan pola fikir kedewasaan seseorang dengan cara bermain dan belajar. Dengan menggunakan pola ini peserta didik diajarkan untuk mengembangkan daya kreatifitas, imajinasi, inovasi, dan kemampuannya sebagai seorang individu tanpa lepas dari didikan, binaan pelatihan dan pembinaan tanpa melupakan posisi sebagai siswa, calon, atau anggota pasoupati. Sistem ini dapat terlaksana dengan adanya kesinambungan materi yang diberikan guna mendukung pembinaan danpelatihan untuk mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan rencana.

Materi-materi tersebut antara lain :

1.Materi Teoritis( Pembinaan keterampilan kepemimpinan), dengan sasaran :

a.Wawasan Kebangsaan

b.Makna dan Artu lagu Indonesia Raya

c. Makna Arti Bendera Merah Putih

d.Jiwa besar Para Pasoupati

e. Bimbibgan menuju Dewasa

f. Cara hidup dan berpikir positif

g. Etika Pergaulan

h. Bahaya penyalahgunaan Narkoba da Psikotropika

i. Pengenalan Jati Diri

j. Menuju generasi muda yang beriman dan bertsqwa

k. Menjadi siswa baik di sekolah

2. Materi Praktek / Lapangan

a. Tata karma / Sopan Santun

b. Peraturan baris-Berbaris

c. Tata cara membentang dan melipat bendera

d. Tata cara menaikan dan menurunkan bendera

e. Cara mengikat tali bendera di tiang bendera

f. Tata cara membentuk formasi barisan tertentu sesuai keperluan

2. Evaluasi

a. Prakdilatsar ( Pra Pendidikan Dasar )

b. Diklatsar ( Pendidikan Dasar )

3. Rekreatif

a. Mengikuti lomba baris-berbaris

b. Wisata dan Rekreasi atau Camping

c. Pekan Olah Raga Pasoupati

 

RENCANA PELAKSANAAN

Dalam pelaksanaanny di lapangan pelru dilakukan penyusunan Kurikulum yang sesuai sehingga pola pembinaan dan pelatihan berjalan sesuai dengan tujuan dan tingkatan keanggotaan. Hal tersebut dipandanng perlu karena penyusunan kurikulum tersebut akan mempengaruh proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan, rencana pola pelaksanaan ini meliputi :

UMUM

  1. Kurikulum

Kurikulum disusun menurut sistematika tingkatan pembinaan yang nantinya di harapkan segala bentuk materi yang akan di berikan dapat menjadi kesinambungan dan berjenjang sehingga tidak terjadi distorsi yang yang menyebabkan pencapaia hasil yang tidak maksimal dari proses belajar  mengajar.

  1. Rencana Proses Belajar Mengajar
    1. Masa Basis

Masa basis Merupakan masa pembentukan sikap dasar para pasoupati yang pada dasarnya memberikan pembekalan materi pokok dasar keorganisasian untuk dapay membentuk siakp dalam kehidupan berorganisasi dan keseharian sebagai siswa yang memiliki kemampuan kemandirian.

  1. Pendidikan Lanjutan

Pendidikan lanjutan akan diberikan pembekalan materi pokok tanbahan keorganisasian sebagai pemantapan pengetahuan mengenai organisasi dan untuk dapat membentuk sikap serorang anggota yang mempunyai kualitas dan kemampuan yang lebih

  1. Penyiapan program pembinaan dan pelatihan
    1. Penentuan bobot dan jumlah  jam pelatihan

Penentuan bobot dari materi yang akan diberikan pada masa pembinaan dan pelatihan paskibra adalah :

  1. Materi Kelas ( teori, ceramah, diskusi ) = 40 %
  2. Materi Lapangan ( Praktek Dan simulasi ) = 60 %

Penentuan jam pembinaan dan pelatihan dari setiap pertemuan dengan menggunakan batasan sebagai berikut :

  1. Maksimal 2 jam untuk materi teori/ ceramah
  2. Maksimal 4 jam untuk materi praktek/ simulasi di lapangan
  3. Penentuan materi

Materi ditentukan berdasarkan tingkatan kelas siswa yang di sesuaikan dengan pola pembinaan dan pelatihan yang akan di berikan, yang di jelaskan dalam bentuk pola pendidikan.

  1. Penyiapan kalender pendidikan

Kalender pendidikan latihan di buat dengan menyesuaikan pada kalender pendidikan sekolah yang direncanakan dalam sebuah program kerja.

  1. Tenaga Pendidik ( Pelatih )

Dalam pelaksanaannya akan di tentukan oleh para alumni dengan cara memberikan rekomendasi untuk menunjuj para anggota Alumni Paskibra atau pasoupati yang masih peduli dan mempunyai Kualitas serta pengetahuan tentang materi para pasoupati yang baik dan mengetahui proses pembinaan dan pelatihan.

  1. Metode Penyampaian

Secara umum metode pelatihan dan pembinaan yang digunakan dalam proses pelatihan dan belajar mengajar adalah :

 

MATERI

METODE

 

PRESENTASE

Teori

Ceramah

Diskusi

Penulisan materi

40 %

Lapangan

Praktek

Simulasi

Dinamika Kelompok/ Game

60 %

 

  1. Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi menitik beratkan pada sejauh mana para anggota dapat menerima segala bentuk pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan pada saat latihan rutin disekolah.

Evaluasi dari hasil pembinaan dan pelatihan tersebut akan di laksanakan dalam bentuk kegiatan evaluative sebagai system penilaian guna mengetahui sejauh mana hasil yang telah dicapai dari latihan yang telah dilaksanakan dan merupakan wahana penambahan dan pemantapan materi lainnya.

Wahana evaluasi ini melalui beberapa tahap sebagai berikut :

  1. Pra Pendidikan Latihan Dasar ( PRA DIKLATSAR )

Kegiatan ini merupakan evaluasi awal bagi calon anggota dengan menitik beratkan pada pengenalan organisasi yang di lakdsanakan dalam 1 hari tanpa menginap. Metode yang digunakan berbentuk :

  1. Permainan akraktif
  2. Praktek / simulasi
  3. Ceramah
  4. Pendidikan Latihan Dasar ( Diklatsar )

Kegiatan ini menitik beratkan pada pola pembentukan sikap dan mental yang dilaksanakan dalam 2 (dua) hari 1 (satu) malam menginap dengan mengevaluasi serta mempraktekansetiap materi yang di terima pada saat latihan rutin satuan.Metode yang digunakan berbentuk :

  1. Mental Identitas
  2. Praktek / simulasi
  3. Ceramah
  4. Pendidikan Lanjutan

Pendidikan lanjutan merupakan penambahan materi yang telah diberikan pada masa CAPAS ( Calon Pasoupati ), pendidikan ini diperuntukan bagi para anggota yang telah melewati masa CAPAS dan dikukuhkan menjadi Para Pasoupati ( kelas 2 dan 3 ).

 

  1. Administrasi

Pelaksanaan administrasi merupakan factor pembantu dalam proses pembinaan dan pelatihan untuk mengatahui jumlah anggota ( absensi latihan ),  keuangan baik kas maupaun tabunngan, persuratan dan pengaturan rumah tangga organisasi sehingga tercapai terti administrasi.

 

Pola Pembinaan dan Pelatihan

 

Calon anggota para Pasoupati (CAPAS ) – kelas –

Sesuai dengan yang telah di jelaskan di atas , bahwa sistematika pendidikan ini menggunakn system andradogi, yang penerapannya dilakukan secara berkesinambungan, maka brdasarkan hal tersebut, kami memberikan suatu pola yang harus diterapkan secara berkelanjutan terhadap anggota disesuaikan dengan waktu pendidikan.

 

  1. MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU

Adalah masa penerimaan calon Anggota Para Pasoupati (CAPAS) sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS) yang disesuikan dengan sekolah masing-masing dan dua bulan setelah MOS dilaksanakan. Penerimaan CALON ini menggunakan metode promosi, persuatif, dan demo lapangan, yang diirinngi denngan pembagian formulir pendaftaran keanggotaan kepada para siswa baru.Selama masa penerimaan CALON sampai dengan masa calon, maka harus dilaksanakan koordinasi minimal satu minggu satu kali disesuiakan dengan waktu latihan rutin Para Pasouapati sekolah yang bersangkutan.

 

  1. B.  MASA PARA CAPAS

Adalah merupakan basis awal pembekalan dasar-dasar ke-Para Pasoupati yang harus diikuti setiap calon anggota dan dilasanakan dalam durasi wakti tiga bulan setelah masa pemerimaan CAPAS pada masa ini, seorang CAPAS mendapatkan materi-meteri berupa:

  1. Materi Kelas

–     Bendera merah Putih – Sejarah dan teori

–     Organisasi

–     Kepemimpinan

Metoda yang digunakan untuk penyampaian materi tersebut adalah ceramah, diskusi, simulasi dan lain-lain.

  1. Materi Lapangan

–     Tata Upaca Bendera (UTB)

–     Peraturan baris-berbaris :

  • Sikap sempurna
  • Hadap kiri/kanan
  • Balik kanan
  • Istirahat ditempat
  • Hormat
  • Lencang kanan/kiri/depan

–     Bendera (Cara melipat dan membentang)

–     Permainan

  • Perorangan
  • Dinamika kelompok

–     Lagu-lagu

            C.  MASA CALON

Adalah masa pendidikan dimana CALON akan mendapatkan pengetahuan dasar  ke-Para Pasoupati secara tertulis dalam sebuah buku Kuning, latihan  pengolahan fisik dan latihan dasar lanjutan, peraturan baris-berbaris. Materi yang diberikan pada kelas satu untuk masa ini adalah berupa :

  1. Materi Kelas
  • Sikap
  • Disiplin
  • Kenakalan Remaja

Metode yang digunakan untuk penyampaianmateri tersebut adalah ceramah, diskusi, simulasi dan lain-lain

  1. Materi Lapangan
  • Peraturan Baris-berbaris :

–     Jalan ditempat

–     Langkah tegap maju

–     Langkah biasa

–     Belok kiri/kanan

–     Haluan kiri/kanan

–     Langkah berlari

–     Langkah berpindah

  •  Bendera

–     Tata cara melipat dan membentang Bendera

–     Tata cara menaikan dan menurunkan Bendera

–     Proses di tiang Bendera

  • Permainan

–     Perorangan

–     Dinamika Kelompok

  • Lagu-lagu

Evaluasi dari tahapan masa Pra-CALON dan CALON ini adalah kegiatan yang bernama PRA DIKLATSAR sebagai wahana evaluasi dari seluruh materi yang diberikan terhadap CALON dan kelas dua adalah pelaksana kegiatan.

D.  MASA PARA PASOUPATI

Adalah masa pendidikan dimana CALON akan mendapatkan pengetahuan dasar ke-para Pasoupati secara tertulis dalam sebuah buku Kuning, Latihan pengolahan fisik dan latihan dasar lanjutan, perturan baris-berbaris. Materi yang pada kelas satu untuk ini adalah berupa :

  1. Materi Kelas ( evaluasi umum materi kelas yang telah diberikan )
  2. Materi Lapangan
  • Peraturan baris-berbaris

–  Melintang kanan / kiri

–  Tiap-y\tipa banjar dua kali belok kanan

–  Hormat kanan

–  Langkah perlahan

–  Penyamaan irama

  • Bendera

–    Tata caramenaikan dan menurunkan Bendera

–    TUB

–    Proses di tiang Bendera

  •  Permainan

–    Perorangan

–    Dinamika kelompok

  •  Lagu-lagu

 

Evaluasi dari tahapan masa PARA PASOUPATI ini adalah melalui suatu kegiatan yang bernama Diklatsar sebagai wahana evaluasi dari seluruh materi dan diberikan selama jangka waktu 2 semester, dimana akhir dari kegiatan ini adalah PELANTIKAN PARA PASOUPATI menjadi ANGGOTA PARA PASOUPATI.

Anggota Para Pasoupati – Kelas 2 dan 3

Setelah melewati jenjang pendidikan dasar para Pasoupati kelas 2 (dua) lebih dikonsentrasikan sebagai pelaksanaan o[perasinal lapangan yang akan menjadi pengurus organisasi yang siap mengemban tugas yang di berikan oleh pihak sekolah maupun oleh pihak terkait lainnya.

 

Pada masa ini pula para anggota Para Pasoupati kelas 2 (dua)akan mendapatkan materi lanjutan yang berupa pendidikan pengetahuan umum dan kepemimpinan lanjutan. Adapun materi yang diberikan adalah :

  1. Materi Kelas (evaluasi umum materi kelas yang telah di berikan )
  • Gaya kepemimpinan
  • Sejarah Proklamasi
  • Lambang Negara
  • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
  • Syarat dan sifat kepemimpinan
  1. Materi Lapang
  • Peraturan baris-berbaris
  • Pemantapan Tata Upacara
  • Permainan
  • Lagu-lagu

 

Selai materi pokok, mereka juga akan mendapatkan materi pengayaan tentang tata cara dan pelaksanaan kepengurusan organisasi, tugas dan tanggungjawabnya.

 

Bagi para anggota yang telah duduk di kelas 3 (tiga) masih di berikan pembinanan  namun hal tersebut akan di sesuaikan dengan waktu KBM di sekolah sampai akhirnya anggota Para Pasoupati kelas tiga akan di non ahtifkan untuk mempersiapkan Ujian Akhir  Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Dan kemudian diarahkan untuk menjadi anggota Paskibra ketika memasuki sekolah Lanjut Tingkat Atas ( SLTA ).

 

Anggota Para Pasoupatikelas tiga akan mendapatkan materi yang berupa :

  1. Materi Kelas
  • Kepemimpinan
  • Pengambilan keputusan
  • Hidup, pengenalan Diri, Human Relation
  1. Materi Lapangan
  2. Materi lanjutan mengenai kepaskibraan

 

KHUSUS

 

  1. BUKU KUNING

Buku kuning adalah buku catatan materi yang diberikan pada saat latihan dan di jadikan bahan acuan serta pengetahuan tambahan dalam keorganisasian. Pencatatan materi pada buku Kuning disusun secara sistematis sesuai dengan tingkatan dan merupakan pengantar secara tertulis yang nantinya akan dipraktekan pada kehidupan sehari-hari baik dalam organisasi maupun kehidupan di masyarakat.

 

  1. TABUNGAN

Untuk memenuhi kebutuhan anggota terhadap atribut yang harus dimiliki digunakan sisitem penabungan. Sistem penabungan ini di sesuaikan dengan kebutuhan pengadaan atribut dan waktu palaksanaan pelatihan yang nantinya akan digunakan sebagai atribut keanggotaan. Pembagian atribut yang harus dimiliki anggota tersebut akan berdasarkan waktu evaluasi yang dilaksanakan. Proses penabungan ini adalah fakultatif , artinya akan disesuaikan dengan kondisi dari Organisasi Para Pasoupati dan disesuaikan dengan harga barang yang berlaku, walaupun begitu terdapat atribut-atribut yang tidak dapat dikesampingkan seperti topi, lencana anggota,sabuk, dan sepatu warior.

 

Maksud dari penabungan ini selain untuk mengajarkan menabung bagi para anggota, juga sebagai metode pembelajara untuk penghematan dalam hidup, selain itu juga merupakan pembelajaran tentang penggunaan uang.

 

By surajkhn

TUKANG BOONG

Cerita lucu : Masih Perawan di Malam Pertama

usianya masih muda sekitar 18 tahunan tetapi telah jatuh cinta pada seorang nenek berumur sekitar 50 tahunan yang bernama Ijah. Karena Usman sudah bekerja, maka Usman ingin menikahi Ijah.
 
Setelah menikah, Usman ingin menikmati malam pertama bersama Ijah. Setelah berjuang dengan susah payah, akhirnya Usman berhasil menembus sela-sela pahanya si Ijah dan memasukan burungnya ke liang si Ijah. Dengan bangga Usman memuji Ijah :
 
“Wahhh hebat benar Ijah, masih perawan !!!”
Dengan kalemnya Ijah menjawab :
 
“Maaf Mas, tadi bukan perawan saya yang sampeyan tembus, tetapi celana dalam saya yang belum sempat saya buka”

 

Cerita lucu 02 : Antara Topeng Istri dan Sekretaris

Ketika diadakan Pesta Topeng (Halloween Party) seorang istri Konglomerat marahmarah
sama sekretaris suaminya. Berceritalah Tuan Billy ,sang Konglomerat, kepada
temennya Tuan Bagus.
Tuan Bagus: “Jadi kenapa istri anda marah-marah?”
Tuan Billy: “Iya masalahnya sih sepele, katanya.”
Tuan Bagus: “Apakah istri bapak,pencemburu,dan cemburu kepada sekretaris anda
waktu Pesta itu, tanyanya?”
Tuan Billy: “Bukan itu masalahnya.Istriku marah-marah kepada sekretarisku karena
sekretarisku mau meminjam Topeng istriku.”
Tuan Bagus: “Mosok begitu saja marah?”
Tuan Billy: “Iya, sebab malam itu sebenarnya istriku sedang tidak memakai
topeng….”

 

Cerita lucu 03 : Binatang yang disukai pria

Ada dua remaja dalam perjalanan pulang dari sekolah, sebut saja dua remaja itu
Udin dan Uncup. Diperjalanan Udin bertanya pada Uncup.
Udin : “Cup, kamu paling suka binatang apa?”
Uncup : “Gue suka binatang gadis…”
Udin : “Apaan tuh..?”
Uncup : “Maksudnye bina-bina tangan gadis…!!!” (mengelus-elus tangan gadis)
Udin : “&#%$$^@!^##!!!???

 

Cerita lucu 04 : Makan malam

Ada sepasang pengantin baru yang lagi mesra-mesranya. Suatu pagi sang suami hendak berangkat kekantornya.

Suami : Ma, aku pergi dulu!

Istri : Nggak sarapan dulu?

Suami : Nggak, aku belum lapar!

Lalu sang suami mencium bibir istrinya dengan mesra sambil berkata “ini makan pagiku!”, sang istri pun tersenyum. Karena ada sesuatu yang tertinggal, pada siang harinya sang suami balik kerumah dan bertemu istrinya lagi.

Istri : Ada apa mas koq balik kerumah?

Suami : Ada sesuatu yang tertinggal!

Istri : Nggak makan siang dulu?

Suami : Nggak, aku masih belum lapar!

Lalu dengan mesranya sang suami menghampiri istrinya dan menciumi “(.)(.)-nya” (breast) sambil berkata “ini makan siangku!” sang istri pun senang campur bahagia. Ketika sore hari menjelang malam sang suami pun pulang kerumah, dengan kagetnya ia melihat tingkah laku sang istri, lalu bertanya.

Suami : “Sedang apa kamu!?”, karena ia melihat istrinya sedang duduk diatas rice cooker yang hidup dan panas tanpa celana dalam. Dengan ungkapan yang senang sang istri menjawab.

Istri : Ngangetin makan malam, mas! ………..

 

Cerita lucu 05 : Gara gara viagra

Seorang wanita setengah baya, mengunjungi dokter, “Dok,” katanya, “anunya suami saya payah, tidak bisa ‘ereksi’ sama sekali.” Dokter balik bertanya, “Sudahkah anda mencoba ‘Viagra’?
 
“Oh..belum, pasalnya suami saya melolak dan ia bilang ia tidak usah minum apapun masih bisa, tapi, Dok, saya benar-benar membutuhkan yang satu itu”, kata wanita itu.
 
“Baiklah, kalau begitu saya berikan anda sebotol pil ini. Agar suami anda tidak tahu, masukan satu pil ini pada kopi atau makanan, pada saat makan, dan tunggu saja, apa yang terjadi.” kata dokter. Beberapa hari berselang, wanita itu datang lagi dan berteriak.
 
“Dok, saya kembalikan barang berbahaya ini.” katanya sambil melemparkan botol Viagra.
 
“Loh… kenapa? saya pikir ini yang anda butuhkan.” kata dokter.
 
“Yah… tentu saja saya membutuhkan hubungan intim, tetapi, pil ini sudah saya letakkan dikopinya, setelah diminum 15 menit kemudian, ia langsung menelantangkan saya dimeja makan, lalu melepaskan pakaianku dan memcumbuiku berkali-kali.”
 
“Nah, kalau begitu kan bagus. ” timpal dokter.
 
“Apa yang salah?”
 
“Masalahnya piring, gelas dan makanan yang diatas meja semuanya berterbangan hingga pecah, petugas restoran menahan kami, dan menyerah kami pada yang berwajib”

Cerita lucu 06 : sok tahu

Suatu hari Udin mau mengetes seorang dukun yg terkenal pinter di desanya
Udin (U): Kalo anda emang pinter, coba tebak, burung di tangan gue masih idup apa sudah mati???
Dukun (D): halllahhh…. kamu masih bocah sudah mau ngejebak saya, saya tahu kalau saya bilang hidup, kamu akan meremas burung itu sampai mati, kalau saya bilang mati, kamu akan melepaskan burung itu agar terbang
U: Hahahaha…. ternyata desas-desus kalau anda orang paling pintar di desa ini salah besar
D: lha!!!! knapa??? bukankah jawaban saya masuk akal???
U: jawaban anda masuk akal, tetapi anda tetap salah karena ditangan saya bukan burung, tapi hamster

Nah, Mungkin sekian dulu aja cerita lucu yang bisa saya posting kali ini. Mungkin lain kali lagi baru update cerita lucu disini soalnya saya lagi ada kesibukan .🙂 heheheh..

By surajkhn

CERITA LUCU

Cerita lucu 01 : Masih Perawan di Malam Pertama

usianya masih muda sekitar 18 tahunan tetapi telah jatuh cinta pada seorang nenek berumur sekitar 50 tahunan yang bernama Ijah. Karena Usman sudah bekerja, maka Usman ingin menikahi Ijah.
 
Setelah menikah, Usman ingin menikmati malam pertama bersama Ijah. Setelah berjuang dengan susah payah, akhirnya Usman berhasil menembus sela-sela pahanya si Ijah dan memasukan burungnya ke liang si Ijah. Dengan bangga Usman memuji Ijah :
 
“Wahhh hebat benar Ijah, masih perawan !!!”
Dengan kalemnya Ijah menjawab :
 
“Maaf Mas, tadi bukan perawan saya yang sampeyan tembus, tetapi celana dalam saya yang belum sempat saya buka”

 

Cerita lucu 02 : Antara Topeng Istri dan Sekretaris

Ketika diadakan Pesta Topeng (Halloween Party) seorang istri Konglomerat marahmarah
sama sekretaris suaminya. Berceritalah Tuan Billy ,sang Konglomerat, kepada
temennya Tuan Bagus.
Tuan Bagus: “Jadi kenapa istri anda marah-marah?”
Tuan Billy: “Iya masalahnya sih sepele, katanya.”
Tuan Bagus: “Apakah istri bapak,pencemburu,dan cemburu kepada sekretaris anda
waktu Pesta itu, tanyanya?”
Tuan Billy: “Bukan itu masalahnya.Istriku marah-marah kepada sekretarisku karena
sekretarisku mau meminjam Topeng istriku.”
Tuan Bagus: “Mosok begitu saja marah?”
Tuan Billy: “Iya, sebab malam itu sebenarnya istriku sedang tidak memakai
topeng….”

 

Cerita lucu 03 : Binatang yang disukai pria

Ada dua remaja dalam perjalanan pulang dari sekolah, sebut saja dua remaja itu
Udin dan Uncup. Diperjalanan Udin bertanya pada Uncup.
Udin : “Cup, kamu paling suka binatang apa?”
Uncup : “Gue suka binatang gadis…”
Udin : “Apaan tuh..?”
Uncup : “Maksudnye bina-bina tangan gadis…!!!” (mengelus-elus tangan gadis)
Udin : “&#%$$^@!^##!!!???

 

Cerita lucu 04 : Makan malam

Ada sepasang pengantin baru yang lagi mesra-mesranya. Suatu pagi sang suami hendak berangkat kekantornya.

Suami : Ma, aku pergi dulu!

Istri : Nggak sarapan dulu?

Suami : Nggak, aku belum lapar!

Lalu sang suami mencium bibir istrinya dengan mesra sambil berkata “ini makan pagiku!”, sang istri pun tersenyum. Karena ada sesuatu yang tertinggal, pada siang harinya sang suami balik kerumah dan bertemu istrinya lagi.

Istri : Ada apa mas koq balik kerumah?

Suami : Ada sesuatu yang tertinggal!

Istri : Nggak makan siang dulu?

Suami : Nggak, aku masih belum lapar!

Lalu dengan mesranya sang suami menghampiri istrinya dan menciumi “(.)(.)-nya” (breast) sambil berkata “ini makan siangku!” sang istri pun senang campur bahagia. Ketika sore hari menjelang malam sang suami pun pulang kerumah, dengan kagetnya ia melihat tingkah laku sang istri, lalu bertanya.

Suami : “Sedang apa kamu!?”, karena ia melihat istrinya sedang duduk diatas rice cooker yang hidup dan panas tanpa celana dalam. Dengan ungkapan yang senang sang istri menjawab.

Istri : Ngangetin makan malam, mas! ………..

 

Cerita lucu 05 : Gara gara viagra

Seorang wanita setengah baya, mengunjungi dokter, “Dok,” katanya, “anunya suami saya payah, tidak bisa ‘ereksi’ sama sekali.” Dokter balik bertanya, “Sudahkah anda mencoba ‘Viagra’?
 
“Oh..belum, pasalnya suami saya melolak dan ia bilang ia tidak usah minum apapun masih bisa, tapi, Dok, saya benar-benar membutuhkan yang satu itu”, kata wanita itu.
 
“Baiklah, kalau begitu saya berikan anda sebotol pil ini. Agar suami anda tidak tahu, masukan satu pil ini pada kopi atau makanan, pada saat makan, dan tunggu saja, apa yang terjadi.” kata dokter. Beberapa hari berselang, wanita itu datang lagi dan berteriak.
 
“Dok, saya kembalikan barang berbahaya ini.” katanya sambil melemparkan botol Viagra.
 
“Loh… kenapa? saya pikir ini yang anda butuhkan.” kata dokter.
 
“Yah… tentu saja saya membutuhkan hubungan intim, tetapi, pil ini sudah saya letakkan dikopinya, setelah diminum 15 menit kemudian, ia langsung menelantangkan saya dimeja makan, lalu melepaskan pakaianku dan memcumbuiku berkali-kali.”
 
“Nah, kalau begitu kan bagus. ” timpal dokter.
 
“Apa yang salah?”
 
“Masalahnya piring, gelas dan makanan yang diatas meja semuanya berterbangan hingga pecah, petugas restoran menahan kami, dan menyerah kami pada yang berwajib”

Cerita lucu 06 : sok tahu

Suatu hari Udin mau mengetes seorang dukun yg terkenal pinter di desanya
Udin (U): Kalo anda emang pinter, coba tebak, burung di tangan gue masih idup apa sudah mati???
Dukun (D): halllahhh…. kamu masih bocah sudah mau ngejebak saya, saya tahu kalau saya bilang hidup, kamu akan meremas burung itu sampai mati, kalau saya bilang mati, kamu akan melepaskan burung itu agar terbang
U: Hahahaha…. ternyata desas-desus kalau anda orang paling pintar di desa ini salah besar
D: lha!!!! knapa??? bukankah jawaban saya masuk akal???
U: jawaban anda masuk akal, tetapi anda tetap salah karena ditangan saya bukan burung, tapi hamster

Nah, Mungkin sekian dulu aja cerita lucu yang bisa saya posting kali ini. Mungkin lain kali lagi baru update cerita lucu disini soalnya saya lagi ada kesibukan .🙂 heheheh..

By surajkhn